Pages

Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Jaringan Komputer (Pertemuan 6)



NIM   : 11410100023
Nama : Vito Ganesha Putra
MK     : Jaringan Komputer
Dosen : Anjik Sukmaaji
Prodi  : S1 Sistem Informasi STIKOM SURABAYA

IP Private dan Public
IP Public
Adalah jenis IP yang alamat-alamatnya telah ditetapkan oleh InterNIC dan bersifat unik, artinya tidak ada 2 host yang menggunakan alamat yang sama. IP public sendiri diperoleh dari ISP (Internet Service Provider) dan perlu adanya konfigurasi tertentu.

IP Private
Adalah jenis IP yang berada di ruangan alamat pribadi sehingga tidak perlu mendaftar atau registrasi ke badan penyedia IP address. IP private bekerja pada jaringan lokal dan digunakan atau dibuat oleh administrator untuk mempermudah pengaturan IP di setiap komputer tanpa perlu meregistrasi setiap IP yang ada. IP private tidak dapat digunakan untuk mengakses internet karena pada umumnya diseragamkan nilai awalnya agar sesame komputer di jaringan tersebut dapat saling berhubungan. Munculnya IP private dikarenakan untuk mengatasi jumlah alamat publik yang hampir habis.

Dapat disimpulkan, perbedaan antara IP Public dan IP Private adalah
·       IP Public bersifat worldwide, konfigurasi yang terikat dengan peraturan tertentu dan dapat digunakan untuk mengakses internet.
·       IP Private bersifat lokal, tidak dapat digunakan untuk mengakses internet dan penggunaannya bebas (tidak ada yang mengatur).


APNIC
Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) adalah Regional Internet Registry untuk kawasan Asia Pasifik.APNIC menyediakan jumlah alokasi sumber daya dan layanan registrasi yang mendukung operasi global Internet. Ini adalah bukan untuk mencari keuntungan, organisasi berbasis keanggotaan yang anggotanya termasuk Internet Service Provider, Internet Registries Nasional, dan organisasi serupa.


Jaringan Komputer (Pertemuan 5)


NIM   : 11410100023
Nama : Vito Ganesha Putra
MK     : Jaringan Komputer
Dosen : Anjik Sukmaaji
Prodi  : S1 Sistem Informasi STIKOM SURABAYA

Subnetting
Subnetting adalah sebuah cara untuk membagi-bagi alamat IP. Alamat IP penting untuk dibagi-bagi karena persediaan IP address saat ini terbatas; disisi lain, laju pertumbuhan devais-devais yang tersambung dengan internet pun semakin banyak.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Fungsi Subnetting
  1. Untuk mengefisienkan alokasi IP address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP address
  2. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik uang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  3. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network



Analogi subnetting
Ibarat suatu jalan dan dalam jalan tersebut ada beberapa rumah . maka jika kita akan membuat alamat caranya pertama kali kita tulis nama jalan kemudian no  rumah: misal Kedung baruk jika di aplikasikan dalam jaringan maka  Network ID (Nama Jalan) sedangkan Host ID adalah (No Rumah)
IP adres itu dapat di kelompokkan dalam beberapa kelas:
Kelas A: 0-127                Subnet Mask :255.0.0.0
Kelas B: 128-191            Subnet Mask :255.255.0.0
Kelas C:192-223             Subnet Mask :255.255.255.0
Kelas D: 224-239
Kelas E:240-247

Vlan
VLAN atau Virtual Local Area Network merupakan konsep yang menggabungkan atau mengelompokkan host-host dengan sejumlah persyaratan sehingga berada pada domain broadcast yang sama. VLAN ini berfungsi untuk membuat jaringan independen dari topologi fisiknya. Pada implementasinya, vlan dapat menggunakan perangkat manageable switch.
Mengkonfigurasi vlan pada switch

Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 1
Switch(config-vlan)#name vlan1
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 2
Switch(config-vlan)#name vlan2
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 3
Switch(config-vlan)#name vlan3
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#

Konfigurasi Vlan Trunk

Switch(config)#interface FastEthernet0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Enkapsulasi dan pemberian alamat ip

Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0.1
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.4 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit
Router(config)#

Jaringan Komputer (Pertemuan 4)



NIM   : 11410100023
Nama : Vito Ganesha Putra
MK     : Jaringan Komputer
Dosen : Anjik Sukmaaji
Prodi  : S1 Sistem Informasi STIKOM SURABAYA

Pembagian IP address kelas
IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia
ICMP Protocol
1.  Error Reporting ( menampilkan pesan kesalahan sebagai feedback )
2.  Router Signaling ( menampilkan informasi untuk bertukar informasi )
Routing Protocol
1.  Path Selection ( untuk LAN maks 3 Router )
2. OSPF ( untuk menghubungkan 1 AS (Autonomous System) number ke beberapa Router )
3.  BGP ( untuk menggabungkan 2 AS (Autonomous System) yang berbeda ) 
ICMP
1.  Digunakan oleh Host, Router, Gateway untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan
2.  Bertugas untuk mendukung tugas protocol lain
3.  Tidak menggunakan port seperti TCP

Perbedaan TCP & UDP
·         TCP ( Transmission Control Protocol ) : transport datanya terkontrol
·         UDP  ( User Datagram Protocol ) : transport data tidak terkontrol tetapi lebih cepat sampai pada tujuan


Static ip Network administrator secara manual melakukan konfigurasi di sebuah host komputer. Minimal konfigurasi biasanya adalah IP address, subnetmask dan default gateway.
Dynamic ip adalah Sebuah mekanisme melakukan konfigurasi IP secara otomatis. Administrator tidak perlu melakukan konfigurasi secara manual ke host, nomor IP diambilkan dari server yang mempunyai database IP.
Protocol untuk pengaturan IP secara dinamis disebut DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).

macam kategori pengalamatan IP yaitu:
Classfull Addressing (conventional) : pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
Subnetted Classfull Addressing         : pengalamatan dengan subnetting.